TULUNGAGUNG — Kolaborasi antara akses pembiayaan dan pendampingan intensif menjadi kunci utama dalam menggerakkan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal ini dibuktikan oleh Ahmad Nuril Anwar, pelaku usaha penjualan serta servis laptop dan komputer di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, yang sukses mengembangkan bisnisnya bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Sejak bergabung menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui BRI Unit Wahidin pada tahun 2020, Ahmad memanfaatkan pembiayaan tersebut untuk memperkuat fondasi usahanya. Namun, dukungan permodalan itu tidak berjalan sendiri.
Pihak BRI Unit Wahidin turut mendampingi Ahmad lewat edukasi literasi keuangan. Pelatihan ini mencakup cara mengelola arus kas yang sehat, memisahkan keuangan pribadi dengan bisnis, hingga menjaga kedisiplinan finansial agar pengambilan keputusan usaha menjadi lebih terukur.
Tidak hanya soal keuangan, Ahmad juga didorong untuk mengoptimalkan strategi pemasaran secara online guna memperluas pangsa pasar di era digital. Pendekatan holistik ini diakui memberikan dampak nyata bagi kelangsungan bisnisnya.
“Dulu saya lebih fokus bagaimana usaha tetap berjalan. Setelah mendapatkan KUR dan pendampingan dari BRI Unit Wahidin, saya menjadi lebih memahami pentingnya mengatur keuangan usaha dan mulai lebih aktif memanfaatkan pemasaran online,” ujar Ahmad, Sabtu (19/9/2026).
Ia menambahkan, kedekatan emosional antara petugas bank dan nasabah membuatnya lebih leluasa berkonsultasi mengenai hambatan bisnis. “Petugas juga memberikan masukan dan edukasi bagaimana usaha bisa dikelola dengan lebih baik,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Pgs. Branch Office Head BRI Tulungagung, Mochamad Agus Mirwan, menegaskan komitmen institusinya dalam mendampingi pelaku UMKM agar pembiayaan yang disalurkan berdampak produktif dan berkelanjutan.
“BRI hadir tidak hanya melalui akses pembiayaan KUR, tetapi juga memberikan pendampingan kepada nasabah. Literasi keuangan penting agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara sehat, sementara pemanfaatan pemasaran online dapat membantu mereka memperluas pasar,” tegas Agus.
Melalui jaringan unit kerja yang dekat dengan masyarakat, pihaknya berharap kisah sukses seperti yang dialami Ahmad Nuril Anwar dapat memotivasi pelaku UMKM lainnya di Tulungagung untuk terus tumbuh dan naik kelas.(red)