TULUNGAGUNG — Dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro akan jauh lebih optimal ketika berjalan beriringan dengan pendampingan yang konsisten. Prinsip ini dirasakan langsung oleh Istipadah dan Samsul, perajin tempe asal Dusun Jatirejo, Desa Pakisaji, Kabupaten Tulungagung, yang sukses mempertahankan dan mengembangkan usahanya bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Sejak 2017, pasutri tersebut mengandalkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui BRI Unit Kalidawir untuk memperkuat modal produksi. Namun, hubungan kemitraan itu tidak berhenti pada pencairan pinjaman semata.
Jajaran Mantri dan petugas BRI Unit Kalidawir aktif mendampingi nasabah melalui kunjungan rutin ke lokasi produksi serta menghadirkan kemudahan layanan perbankan berupa cash pick up. Pendekatan proaktif ini membuat perajin tidak perlu meninggalkan tempat usaha untuk mengurus kebutuhan perbankan.
“Alhamdulillah, sejak mendapatkan KUR dari BRI, usaha kami bisa terus berjalan dan berkembang. Petugas dari BRI Unit Kalidawir sering datang mendampingi, bahkan kami dibantu untuk layanan perbankan sehingga bisa tetap fokus mengurus usaha,” ungkap Istipadah dan Samsul.
Pgs. Branch Office Head BRI Tulungagung, Mochamad Agus Mirwan, mengapresiasi ketekunan Istipadah dan Samsul dalam mengelola industri tempe yang menjadi sumber penghidupan keluarga tersebut. Menurutnya, keberadaan unit kerja di tingkat kecamatan dirancang untuk memahami karakter serta kebutuhan pelaku UMKM secara langsung.
“Melalui BRI Unit Kalidawir, kami berupaya tidak hanya memberikan akses pembiayaan KUR, tetapi juga terus hadir mendampingi dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujar Agus, Sabtu (19/9/2026).
Agus menambahkan, pendampingan intensif ini bertujuan membangun ikatan yang lebih erat antara bank dan nasabah. Dengan begitu, BRI dapat tumbuh bersama para pelaku usaha agar semakin produktif dan berpeluang naik kelas.